Sabtu, April 03, 2010

Fungsi Produksi

Fungsi Produksi


            Bagian produksi adalah suatu bagian yang ada pada perusahaan yang bertugas untuk mengatur kegiatan-kegiatan yang diperlukan bagi terselenggaranya proses produksi. Dengan mengatur kegiatan itu maka diharapkan proses produksi akan berjalan lancar dan hasil produksi pun akan bermutu tinggi sehingga dapat diterima oleh masyarakat pemakainya. Bagian produksi dalam menjalankan tugasnya tidaklah sendirian akan tetapi bersama-sama dengan bagian-bagian lain seperti bagian pemasaran, bagian keuangan serta bagian akuntansi. Oleh karena itu haruslah diadakan koordinasi kerja agar semua bagian dapat berjalan seiring dan seirama dan dapat dihindarkan benturan – benturan kepentingan antar bagian dalam perusahaan.

            Tanpa adanya perencanaan yang matang, pengaturan yang bagus serta pengawasan akan mengakibatkan jeleknya hasil produksi. Di samping hasil produksi yang harus bagus kwalitasnya juga harus di pikirkan pula agar jangan sampai terjadi hasil produksi bagus tapi ongkos yang diperlukan untuk keperluan itu terlalu besar. Biaya produksi yang terlalu tinggi akan berakibat harga pokok produksinya menjadi besar dan hal ini akan mengakibatkan tingginya harga jual produk, sehingga akan tidak terjangkau oleh konsumen. Inilah yang merupakan tugas dari bagian produksi. Tugas-tugas tersebut akan dapat terlaksana dengan baik dengan mengacu pada pedoman kerja tertentu.

Pedoman kerja yang harus menjadi arah kerja bagi bagian produksi dapat dirumuskan dalam empat hal yaitu :
1. Tepat Jumlah
2. Tepat Mutu
3. Tepat Waktu
4. Tepat Ongkos/Harga

            Jumlah produk yang dihasilkan haruslah direncanakan dengan baik agar tidak terlalu banyak maupun terlalu sedikit. Bila produksi terlalu banyak tentu saja akan mengakibatkan bertumpuknya hasil produksi di gudang. Hal ini akanmengakibatkan disamping barang tersebut akan mengalami kerusakan dalam penyimpanannya, maka penumpukan tersebut berarti banyak modal yang tertanam dalam barang jadi itu berhenti dan menjadi kurang efektif. Dengan pedoman pada empat hal tersebut maka bagian produksi akan dapat mencapai sasarannya dengan baik. Keempat hal tersebut dapat dikenal dengan mudah sebagai “empat tepat”.

            Adapun tugas tersebut secara garis besarnya dapat kita bagi menjadi beberapa macam yaitu :
1. Perenganaan Produk
2. Perencanaan Luas Produksi
3. Perencanaan Lokasi Pabrik
4. Perencanaan Layout Mesin-mesin Pabrik
5. Perencanaan Bahan Baku
6. Pengaturan Tenaga Kerja
7. Pengawasan Kwalitas


PERENCANAAN PRODUK

            Proses produksi akan menghasilkan produk. Produk yang dihasilkan dapat berupa barang yaitu benda yang berwujud akan tetapi dapat pula berupa benda yang tak berujud yang sering disebut jasa. Barang atau benda yang berujud misalnya meja kursi, alat tulis, sepeda, sepeda motor, mobil dan sebagainya. Sedangkan produk yang berupa jasa misalnya jasa kecantikan, jasa kesehatan, jasa keuangan, jasa penanggungan risiko, jasa pendidikan dan sebagainya. Baik barang maupun jasa yang dihasilkan oleh suatu perusahaan harus direncanakan dengan baik agar produk yang diciptakan itu nanti dapat bermutu tinggi., ongkos produksi murah, dan cocok dengan selera konsumen pemakainya.

            Produk yang dapat memenuhi syarat tersebut di atas akan menjadi andalan pengusaha agar mampu untuk meningkatkan perkembangan usahanya. Produk yang tidak memenuhi syarat itu justru akan menjadi beban perusahaan menjadi semakin tinggi sehingga akan menggangu pertumbuhan usahanya. Oleh karena itu maka pengusaha haruslah memikirkan mengenai MUTU PRODUK yang akan diproduksinya. Mutu suatu produk akan tergantu dari berbagai aspek terutama desainya. Dengan perencanaan terhadap desain produk yang baik maka dapat kita harapkan bahwa produk kita akan dapat diterima oleh konsumen dan dengan demikian akan dapat menopang perkembangannya. Untuk merencanakan disain atau mutu produk kita perlu mengetahui bahwa produk itu terdiri dari berbagai atribut.

Misalnya produk yang berupa “KARPET” misalnya. Produk karpet terdiri dari tiga atribut utama yaitu :
- Kehalusan setuhannya
- Ketebalan bulunya
- Keserasian warnanya

Dalam merencanakan produk yang akan kita hasilkan itu maka perlu diperhatikan beberapa hal yaitu :
1. Atribut Produk
2. Posisi Produk
3. Siklus Kehidupan Produk
4. Partofolio Produk

            Setiap produk akan selalu memiliki atribut-atribut tertentu yang terkandung di dalam produk tersebut. Sepeda motor memiliki atribut keawetan pemakainnya, penampilannya, harga jual kembalinya dan mungkin kepopulerannya. Produsen haruslah memperhatikan atribut-atribut tersebut dan dengan menyesuaikannya dengan atribut itu akan menjamin bahwa produk tersebut akan disenagi konsumen. Oleh karena itu maka perlu diteliti lebih cermat atribut-atribut tersebut. Dalam hal ini pengusaha haruslah memperhatikan bahwa atribut-atribut tersebut selalu terdiri atas dua aspek yaitu :
a. Aspek Teknis
b. Aspek Nonteknis

Elastisitas dan Macam-Macam Besaran Elastisitas


Elastisitas dan Macam-Macam Besaran Elastisitas 

 

            Konsep Dasar Elastisitas Elastisitas merupakan salah satu konsep penting untuk memahami beragam permasalahan di bidang ekonomi. Konsep elastisitas sering dipakai sebagai dasar analisis ekonomi, seperti dalam menganalisis permintaan, penawaran, penerimaan pajak, maupun distribusi kemakmuran.

            Dalam bidang perekonomian daerah, konsep elastisitas dapat digunakan untuk memahami dampak dari suatu kebijakan. Sebagai contoh, Pemerintah Daerah dapat mengetahui dampak kenaikan pajak atau susidi terhadap pendapatan daerah, tingkat pelayanan masyarakat, kesejahteraan penduduk, pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan investasi, dan indikator ekonomi lainnya dengan menggunakan pendekatan elastisitas. Selain itu, konsep elastisitas dapat digunakan untuk menganalisis dampak kenaikan pendapatan daerah terhadap pengeluaran daerah atau jenis pengeluaran daerah tertentu.             

           Dengan kegunaannya tersebut, alat analisis ini dapat membantu pengambil kebijakan dalam memutuskan prioritas dan alternatif kebijakan yang memberikan manfaat terbesar bagi kemajuan daerah. Elastisitas dapat mengukur seberapa besar perubahan suatu variabel terhadap perubahan variabel lain.sebagai contoh, elastisitas Y terhadap X mengukur berapa persen perubahan Y karena perubahan X sebesar 1 persen. Elastisitas Y terhadap X= % perubahan Y / % perubahan X Untuk memudahkan pemahaman terhadap konsep tersebut, berikut ini akan dibahas berbagai jenis elastisitas. Pembahasan elastisitas ini dijelaskan dalam konteks pasar, yaitu antara permintaan dan penawaran barang. Dengan memahami konsep tersebut, Pemerintah Daerah nantinya akan mampu mengaplikasikan konsep tersebut dalam pemerintahan daerah sesuai konteks yang dihadapi, baik dalam hal Pemerintah Daerah menjadi penyedia barang dan jasa publik maupun dalam berbagai kondisi lainnya.

Macam-macam besaran elastisitas:
1. Elastisitas Permintaan.
2. Elastisitas Permintaan dan Total Penerimaan.
3. Elastisitas Penerimaan.
4. Elastisitas Silang.
5. Elastisitas Penawaran.

Perilaku Konsumen

Perilaku Konsumen


            Adalah tingkah laku dari konsumen, dimana mereka dapat mengilustrasikan pencarian untuk membeli, menggunakan, mengevaluasi dan memperbaiki suatu produk dan jasa mereka. Focus dari perilaku konsumen adalah bagaimana individu membuat keputusan untuk menggunakan sumber daya mereka yang telah tersedia untuk mengkonsumsi suatu barang.

Dua wujud konsumen
1. Personal Consumer : konsumen ini membeli atau menggunakan barang atau jasa untuk pengunaannya 
                                    sendiri.
2. Organizational Consumer : konsumen ini membeli atau menggunakan barang atau jasa untuk memenuhi
                                             kebutuhan dan menjalankan organisasi tersebut.

            Menyediakan nilai pelanggan didefinisikan sebagai rasio antara keuntungan yang dirasakan sumber-sumber (ekonomi, fungsional dan psikologi) digunakan untuk menghasilkan keuntungan-keuntungan tersebut. Keuntungan yang telah dirasakan berupa relative dan subjektif.


Production concept :
Konsumen pada umumnya lebih tertarik dengan produk-produk yang harganya lebih murah. Mutlak diketahui bahwa objek marketing tersebut murah, produksi yang efisien dan distribusi yang intensif.

Product concept :
Konsumen akan menggunakan atau membeli produk yang ditawarkan tersebut memiliki kualitas yang tinggi, performa yang terbaik dan memiliki fitur-fitur yang lengkap.

Selling concept :
Marketer memiliki tujuan utama yaitu menjual produk yang diputuskan secara sepihak untuk diproduksi.

Marketing concept :
Perusahaan mengetahui keinginan konsumen melalui riset yang telah dilakukan sebelumnya, kemudian memproduksi produk yang diinginkan konsumen. Konsep ini disebut marketing concept.

Market segmentation :
Membagi kelompok pasar yang heterogen ke kelompok pasar yang homogen.

Market targeting :
Memlih satu atau lebih segmen yang mengidentifikasikan perusahaan untuk menentukan.

Positioning :
Mengembangkan pemikiran yang berbeda untuk barang dan jasa yang ada dalampikiran konsumen. Menyediakan nilai pelanggan didefinisikan sebagai rasio antara keuntungan yang dirasakan sumber-sumber (ekonomi, fungsional dan psikologi) digunakan untuk menghasilkan keuntungan-keuntungan tersebut. Keuntungan yang telah dirasakan berupa relative dan subjektif.

Kepuasan pelanggan adalah persepsi individu dari performa produk atau jasa dalam hubungannya dengan harapan-harapan.

Mempertahankan konsumen adalah bagaimana mempertahankan supaya konsumen tetap loyal dengan satu perusahaan dibandingkan dengan perusahaan lain, hamper dalam semua situasi bisnis, lebih mahal untuk mencari pelanggan baru dibandingkan mempertahankan yang sudah ada.

Etika pasar dan tanggung jawab social
Konsep pemasaran social mewajibkan semua pemasar wapada terhadap prinsip tanggung jawab social dalam memasarkan barang atau jasa mereka, oleh sebab itu pemasar harus mampu memuaskan kebutuhan dan keinginan dari targt pasar mereka. Praktek etika dan tangung jawab social dalah bisnis yang bagus, tidak hanya meningkatkan penjualan tetapi menghasilkan kesan yang baik.

Model sederana dari pengambilan keputusan yang dibuat oleh pelanggan
- Input stage mempengaruhi pengakuan konsumen dari sebuah kebutuhan produk dan terdiri dari dua (2)
   sumber informasi, yaitu usaha pemasaran perusahaan dan pengaruh sosiologi dari luar pelanggan.
- Output stage terdiri dari dua (2) pendekatan yang erat hubungannya dengan aktivitas pengambilan
   keputusan yang sudah diambil.

The Traditional Marketing Concept Value and Retention Focused Marketing
- Hanya membuat sesuatu yang dapat dijual selaindari mencoba untuk menjual apa yang telah dibuat.
- Jangan memfokuskan kepada produk, fokuskan pada kebutuhan yang memuaskan.
- Menyesuaikan produk pasar dan jasa dengan konsumen daripada melihat penawaran dari pesaing.
- Meneliti kebutuhan konsumen dan karakteristiknya.
- Mengerti proses perilaku pembelian dan keuntungannya terhadap perilaku konsumen.
- Segmentasi pasar berdasrkan kebutuhan konsumen dari segi geografi, demografi,   psikologi, sosiokultural,  
  gaya hidup dan karakteristik lainnya. o Menggunakan teknologi yang dapat membantu konsumen untuk
  menyesuaikan diri terhadap apa yang kita buat.
- Focus pada nilai suatu produk, sebanding dengan kebutuhan yang telah dipuaskan.
- Memanfaatkan dan mengerti kebutuhan konsumen untuk meningkatkan penawaran yang diterima konsumen
   lebih baik dari penawaran pesaing.
- Meneliti tingkat keuntungan disertai dengan bermacam-macam kebutuhan konsumen dan karakteristiknya.
- Mengerti perilaku konsumen dalam hubungannya dengan produk perusahaan.
- Menggunakan segmentasi hybrid yang mengkombinasikan sementasi tradisional dengan data pada tingkat
  pembelian konsumen dan pola penggunaan pada produk.

Model sederana dari pengambilan keputusan yang dibuat oleh pelanggan
- Input stage mempengaruhi pengakuan konsumen dari sebuah kebutuhan produk dan   terdiri dari dua (2)  
   sumber informasi, yaitu usaha pemasaran perusahaan dan pengaruh sosiologi dari luar pelanggan.
- Output stage terdiri dari dua (2) pendekatan yang erat hubungannya dengan aktivitas pengambilan
   keputusan yang sudah diambil.

Pendekatan untuk mempelajari perilaku konsumen dalam mengkonsumsi suatu barang:
1. Pendekatan Kardinal
2. Pendekatan Ordinal

Pendekatan Kardinal
• Asumsi:
Kepuasan seorang konsumen dalam mengkonsumsi suatu barang dapat diukur dengan satuan kepuasan, misalnya mata uang. Setiap tambahan satu unit barang yang dikonsumsi akanmenambash kepuasan yang diperoleh konsumen tersebut dalam jumlah tertentu.
Tambahan kepuasan yang diperoleh dari penambahan jumlah barang yang dikonsumsi disebut kepuasan marginal (Marginal Utility)
Berlaku hukum tambahan kepuasan yang semakin menurun (The Law of Diminishing Marginal Utility), yaitu besarnya kepuasan marginal akan selalu menurun dengan bertambahnya jumlah barang yang dikonsumsi secara terus menerus.

Keseimbangan Konsumen
• Keseimbangan konsumen tercapai jika konsumen memperoleh kepuasan maksimum
dari mengkonsumsi suatu barang.
Syarat Keseimbangan:
1. MUx/Px = MUy/Py = ….= MUn/Pn
2. Px Qx + Py QY + ……+ Pn Qn = M
MU = marginal utility
P = harga
M = pendapatan konsumen

 Pendekatan Ordinal
• Kelemahan pendekatan kardinal terletak pada anggapan yang digunakan bahwa kepuasan konsumen dari mengkonsumsi barang dapat diukur dengan satuan kepuasan. Pada kenyataannya pengukuran semacam ini sulit dilakukan.
• Pendekatan ordinal mengukur kepuasan konsumen dengan angka ordinal (relatif).
• Tingkat kepuasan konsumen dengan menggunakan kurva indiferens (kurva yg menunjukkan tingkat kombinasi jumlah barang yang dikonsumsi yang menghasilkan tingkat kepuasan yang sama).

Ciri-ciri kurva indiferens:
1. Mempunyai kemiringan yang negatif (konsumen akan mengurangi konsumsi barang  yg satu apabila ia
    menambah jumlah barang lain yang di konsumsi)
2. Cembung ke arah titik origin, menunjukkan adanya perbedaan proporsi jumlah yang harus ia korbankan
    untuk mengubah kombinasi jumlah masing-masing barang yang dikonsumsi (marginal rate of substitution)
3. Tidak saling berpotongan, tidak mungkin diperoleh kepuasan yang sama pada suatu kurva indiferens yang
    berbeda.






















Sabtu, Maret 27, 2010

Tanda Pacaran butuh Break


Tanda Pacaran butuh Break


Tiga dari lima tanda-tanda ini, sudah bisa menunjukan kalau kita memang butuh break.

  • Setiap kali jalan bareng, kita sudah merasa hambar dan jenuh.
  • Hampir setiap ketemu kita beradu pendapat dengan pacar
  • Saat pacaran, pacar kita mengulangi kesalahan fatal yang terus menerus.
  • Pembicaraan kita dengan pacar terasa flat dan pointless.
  • Kita cukup sering merasa ragu dengan hubungan denganya.


Do’s and Don’t’s :

  • Tentukan batas waktu untuk break biar tidak digantung terus-terusan.
  • Jangan menghabiskan banyak waktu dengan pacar sepert biasanya.
  • Jangan Flirting, CCP, TTM dengan orang lain.
  • Selagi break pikirkan dengan matang untung ruginya pacaran, kalau perlu buat list kelebihan dan kekurangannya. Terus bisa dibandingin deh.

Messenger of Death


 Messenger of Death


            Mungkin kita sering mendengar cerita tentang beberapa pertanda yang dipercaya akan mendatangkan musibah. Misalnya kalu kita mimpi salah satu gigi kita copot, itu menjadi pertanda bahwa akan ada anggota keluarga kita yang meninggal. Percaya ataau tidak tapi ternyata ada beberapa tanda yang dipercaya sebagai tanda kematian.

Burung Gagak
      Kedatangan burung gagak (raven) sebelum kematian seseorang. Jadi salah satu mitos yang samapi saat ini masih dipercaya banyak oran. Katanya kalau ada segerombolan gagak hitam yang terbang berputar-putar diatas rumah seseorang, itu berarti akan ada salah satu dari penghuni rumah tersebut yang akan menemui ajal, apalagi kalau burung ini sudah mengeluarkan suaranya yang cukup berisik. Dan ternyata bukan cuma di indonesia, tapi kepercayaan ini juga ada didaerahEstonia.
      Gagak dipercaya sebagai penjelmaan orang-orang yang sudah meningggal. Makanya kalau ada burung yang mampir ke rumah itu artinya si burung sedang menjemput arwah orang yang akan mati.

Banshee
      Hantu cewek berambut panjang ini beken banget di Irlandia, daerah kampung halamannya. Banshee sebenarnya adalah seorang penjaga sebuah keluarga. Anehnya penampakan hantu ini cuma bisa dilihat oleh anak perempuan ketiga di keluarga itu. Banshee biasanya akan muncul untuk mengabarkan sebuah berita buruk yaitu kabar kematian salah seorang anggota keluarga yang dijaganya. Makanya banshee juga dikenal sebagai Lady of Death atau White Lady of Sorrow. ‘Pengumumannya’ ini disampaikan lewat lolongan dan tangisan yang mencekam di malam hari. Itu artinya dia sedang menangisi nasib buruk yang dijaganya tersebut.

Grim
      Yang pernah baca buku Harry Potter and the Prisoner of Azkaban, anjing hitam besar yang merupakan animagus Sirius Black disangka Harry Potter sebagai Grim, anjing pertanda kematian. Menurut legenda kuno kemunculan Grim memang biasanya diikuti dengan sebuah kematian. Dipenjara newgate prison misalnya, sesaat sebelum dilakukan eksekusi mati, anjing tersebut akan menampakan diri, selain berfungsi sebagai pembawa pesan kematian, Grim juga bertugas sebagai penjaga kuburan. Dia bertugas melindungi orang mati dari gangguan manusia.

Doppelganger
      Berasal dari bahasa Jerman yang artinya double goer atau double walker artinya adalah diri kita yang lain. Bedanya kembaran identik ini punya sifat yang bertolak  belakang dengan kita dan tidak punya bayangan. Percaya nggak percaya tapi Ratu Elizabeth I dari inggris mengalaminya. Setelah melihat ’dirinya’ tidur didalam kamarnya, dia pun meninggal keesokan harinya. Percy Bysshe Shelley pengarang Inggris ternama, juga diberitakan bertemu kembarannya di italia. Doppelganger itu sedang menunjuk ke arah Laut Mediterania. Dan setelah penampakan ini, tidak lama kemudian Shelley menjadi korban dalam kecelakaan kapal laut. Dia pun mati tenggelam di Laut Mediterania, persis seperti yang diperingatkan doppelgangernya.
     


Tips Hunting di Malioboro


 Tips Hunting di Malioboro
            

            Jalan dan hunting bareng di malioboro memang sangat menyenangkan, tapi biar kita nyaman dan aman sekaligus bisa bawa banyak tentengan, Ada hal yang harus diingat, cek dulu sepeti ini :

§          Pedagang kaki lima suka menaikkan harga berakilipat. Makanya jangan takut buat mengajukan penawaran sampai turun 75 persennya. Boleh menaikkan tawaran tapi jangan sampai 50 persen.
§          Kalau kita atau teman bissa berbahasa Jawa, praktekkan. Soalnya membantu banget dalam meringankan harga.
§          Saat liburan atau weekend, malioboro bakal padat sama pengunjung. Jadi hati-hati sama handphone dan dompet kita. Jangan sampai ’pindah tangan’ ke orang lain.
§          Mesti diingat bahwa produk ’emperan’ bukanlah barang-barang seperti di mal atau butik. Biarpun bentuknya mirip tapi kualitas berbeda. Jadi jangan lupa ngecek kualitas barang. Biarpun harga murah, cari barng yang kondisinya mendekati sempurna.



Tips Mengukur Kemampuan


 Tips Mengukur Kemampuan


            Setelah kita meraih kesempatan yang ada dan mencobanya, pasti kita akan jadi lebih tahu, sejauh mana kemampuan yang kita miliki. Kalau kita susah untuk mengetahuinya berikut ada beberapa tips untuk mengukur kemampuan kita :

  • Bikin 2 filter, filter pertama adalah dari diri sendiri, kedua adalah dari orang lain. Tapi kita juga harus memilih siapa saja tentunya bisa objektif dalam menilai dan mengkritik kita. Jangan tanya ke orang-orang yang dekat dengan kita, soalnya mereka malah merasa tidak enak buat mengkritik dan akhirnya bilang bagus saja.

  • Re-evaluasi. Coba kumpulkan data, dimana letak kelebihan dan kekurangan kita. Bersiaplah buat menerima kenyataan yang terburuk dan bersyukurlah kalau hasilnya ternyata baik.

  • Jangan pasang standar ketinggian, tapi kenali diri sendiri dan jadi diri yang terbaik.

  • Jujur sama diri sendiri. Kalau kita memang merasa tidak mampu di bidang itu, janagan diteruskan. Akui ssegala kelebihan dan kekurangan kita.